Hati-hati
dengan hati.
Ia
tak pernah memilih, melainkan dipilih.
Hati-hati
dengan hati.
Ia
tetap satu, meski berulang kali jatuh.
Hati-hati
dengan hati.
Ia
tak berupa, tapi hadirnya nyata.
Hati-hati
dengan hati.
Ia
tak pernah diminta, suka muncul tiba-tiba.
Hati-hati
dengan hati.
Ia
begitu peka, sanggup mengalahkan logika.
Hati-hati
dengan hati.
Ia
tak dapat dicari, namun diam-diam merasuki.
Hati-hati
dengan hati.
Ia
tak kuasa bicara, hanya bisa menyulam rasa.