Selasa, 18 Maret 2014

Sajak tentang Hati



Hati-hati dengan hati.
Ia tak pernah memilih, melainkan dipilih.

Hati-hati dengan hati.
Ia tetap satu, meski berulang kali jatuh.

Hati-hati dengan hati.
Ia tak berupa, tapi hadirnya nyata.

Hati-hati dengan hati.
Ia tak pernah diminta, suka muncul tiba-tiba.

Hati-hati dengan hati.
Ia begitu peka, sanggup mengalahkan logika.

Hati-hati dengan hati.
Ia tak dapat dicari, namun diam-diam merasuki.

Hati-hati dengan hati.
Ia tak kuasa bicara, hanya bisa menyulam rasa.

Minggu, 16 Maret 2014

Jika



Aku takut.
Takut jika malam datang, takut jika cahaya tak lagi berpendar.

Aku sedih.
Sedih jika sendiri, sedih jika setiap hari harus merintih.

Aku sakit.
Sakit jika teringat serpihan lalu, sakit jika terus mengingatmu.

Aku tak percaya.
Tak percaya jika rasa itu ada, tak percaya jika jiwamu nyata.

Tapi, aku bahagia.
Bahagia jika Tuhan mencipta cerita, bahagia jika cerita itu kita.

Mungkin



Andai dua insan saling dijauhkan, mungkin Tuhan sedang memberi pembelajaran.
Andai kita tak saling disatukan, biar takdir yang akhirnya menentukan.

Bila pedih saling dirasa, mungkin ada jiwa yang tumbuh nyata.
Bila tak mampu bersua, biar doa yang jadi pelipur lara.

Ketika cinta bak fatamorgana, mungkin karena hati tak bicara.
Ketika doa tak terjawab, biar tulus yang cipta bahagia.

Kalau ada cinta yang tak sempat terucap, mungkin karena kamu tak pernah bertanya.